TrieGemini

Sang Buah Hati

Di tengah sunyi malam yang menua, kudengar napasmu menjadi nyanyian surga. Kecil, lembut, namun cukup untuk menenangkan badai di dadaku. Setiap gerakmu adalah doa yang hidup, setiap senyummu adalah alasan mengapa dunia ini patut kutatap dengan rasa syukur yang tak habis-habis.

Kau tumbuh seperti mentari di ufuk pagi — perlahan, tapi pasti membawa terang. Tangismu dulu kini berganti tawa yang menular, dan di setiap langkah kecilmu, aku belajar arti sabar yang sesungguhnya. Betapa indah menjadi saksi dari setiap hari yang kau ciptakan.

Kadang aku takut waktu melangkah terlalu cepat, membawa masa di mana pelukanku tak lagi cukup melindungimu. Tapi di setiap debar hatiku, ada keyakinan bahwa kasih tak akan pernah usang — ia akan terus menuntunmu, bahkan saat aku tak lagi di sisimu.

Wahai sang buah hati, engkaulah bab paling indah dalam hidupku. Dari matamu, aku belajar arti tulus tanpa syarat. Jika kelak dunia membuatmu lelah, pulanglah dalam doa — sebab di sana, aku selalu menunggumu dengan cinta yang tak mengenal waktu.

— Ragel

Label:

diposting oleh Tri Ragel • Oktober 08, 2025

0 Komentar

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

← Beranda