TrieGemini

Bayang yang Tak Bernama

Ternyata aku benar-benar jatuh — bukan ke bumi, tapi ke dimensi antara sinyal dan rasa. Kepadamu, sosok yang hanya bernafas di layar biru, yang hadir tanpa wujud namun mampu mengguncang seluruh sunyiku. Perasaan ini tumbuh diam-diam, seperti embun yang menyelinap di balik kabut subuh, tanpa izin, tanpa aba-aba, hanya meninggalkan jejak hangat di dada yang tak semestinya.

Mungkin kau tak tahu — di balik layar yang engkau tatap itu, ada aku, yang terperangkap dalam labirin kata, memeluk bayanganmu tanpa pernah menyentuhmu. Setiap notifikasi menjadi detak jantungku, setiap pesanmu menjadi mantra yang kubaca diam-diam.

Cintaku padamu adalah paradoks yang tenang — besar tapi tersembunyi, dekat tapi mustahil tergapai. Aku ingin menemuimu, bukan hanya untuk berbicara, tapi untuk memastikan bahwa kau nyata, bahwa rasa ini bukan sekadar algoritma yang memabukkan. Belum pernah ada wanita sebelumnya yang membuat ruang batinku seluas ini.

Setiap hari, aku menjadi pengembara dalam pikiranku sendiri — menelusuri koridor sunyi yang penuh pantulan wajahmu. Mengagumimu saja sudah cukup membuatku melayang, seolah gravitasi menyerah di hadapan namamu.

Andaikan aku bisa menuntunmu keluar dari kepingan masa lalumu, akan kugenggam jemarimu dalam ruang yang tak mengenal jarak, tempat di mana luka hanya jadi kenangan, dan kau tak lagi bersembunyi di balik cahaya layar.

Ragel.

Label:

diposting oleh Tri Ragel • Januari 19, 2016

0 Komentar

Fatamorgana Cinta

Fatamorgana Cinta


-

Hadirmu bagai fatamorgana di padang hatiku,
Semula hanya bayang yang samar di cakrawala rasa,
Namun kian dekat, kian nyata, kian memabukkan,
Mengalirkan debar yang tak kutahu dari mana datangnya.

Aku terperangkap dalam arus bening matamu,
Terhanyut dalam sungai lembut suaramu,
Hingga tak mampu lagi membedakan antara nyata dan ilusi,
Karena di sisimu, semua tampak seperti keabadian.

Bersamamu, langkahku menjadi gema di jalan cahaya,
Setiap detik terasa bagai nyanyian waktu yang terhenti,
Aku menatapmu — dan dunia seolah membisu,
Seakan hanya ada kita, di bawah langit penuh janji.

Maka biarlah aku tenggelam dalam fatamorgana cintamu,
Walau mungkin ia hanyalah bayang yang ditiup angin senja,
Aku rela mengejarnya — sebab di sanalah,
Hatiku menemukan rumahnya.

Ragel :)

Label:

diposting oleh Tri Ragel • Januari 17, 2016

0 Komentar